Minggu, Agustus 09, 2009

Misteri Bintang Suci

Dua jam telah berlalu dan Victo berjalan lalu lalang di tengah taman.Sekali-sekali ia duduk di ayunan,menatap langit yang muram.Aku terdiam bisu,mencoba memahami kediamannya,menghayati desahan dan kesunyian ini.Tatkala hampir lewat tengah malam,ia mendekati Talitha dan menatap wajahnya lama sekali dan terdiam,seolah-olah hendak menelaah gambaran manusia di hadapnya dalam ingatannya untuk orang yang telah diberinya misteri kesunyian dan kebimbangannya.Lantas is berkata pelan,"Sekarang aku hendak keluar dan berjalan bersama bintang.Ini merupakan satu malam yang aku impikan disetiap langkahku dan nafasku menghalau musim kering dan penghujan menyambut silih berganti.Engkaulah bintangku dan merekalah kita.Kunamakan ku customiz dan kau Lilian.Dua bintang yang tak mungkin kan padam di hati ku dan kita.Bersediakah kau bintangku sang Lilian menjadikanmu raganya dan jiwanya untukku?"
Setelah ia selesai berkata,ia tertunduk dengan pandangan kosong dan kaku.Talitha melepaskan syal hitam yang dipakainya dan dipakaikannya pada Victo sambil tersenyum,"Kuharap kau membuka pintu hati itu bila aku mengunjunginya malam ini.Mulai besok aku akan menyebutnya Lincoz ( Lilian & Customiz )."
Laki-laki itu berdiri dengan penuh gairah dan tersungginglah senyum dibibir jejakanya itu,"Terima kasih."Lalu Victo berjalan menuju gubug persinggahannya dan menunjuk pada sepasang bintang milik kita hari ini dan selamanya.Ia berkata,"Pabila saja badai mengejutkanmu nanti saat berada di daerah ini,jangan ragu untuk mencari perlindungan ke gubug itu dan ketuklah pintu ini dengan kau mengenang mereka.Hempaskanlah tubuhmu beratapkan langit & beralaskan tanah untuk memberikan mereka kesempatan mengukirmu dan aku selamanya.Tapi,kuharap jiwamu akan memahami badai & tak takut padanya.Good Night,Lilian."
Sosoknya berlalu ditelan malam.Tatkala aku berjalan menuju istana ku untuk menyaksikan ke arah mana ia pergi,kegela pan telah benar-benar menyembunyikannya.Aku terdiam bisu mendengarkan detak langkah kakinya diatas kerikil taman ini sesaat lamanya.

0 komentar:

Posting Komentar