Talitha adalah seorang gadis,berumur dua belasan tahun.Namun dia telah merasakan pahitnya kehidupan dan berupaya menyusun kembali serpihan-serpihan kasih yang diselimuti kerapuhan dari sang pecinta sedang didalamnya bernaung sang Ratu kekasih Baginda Raja menjaga sang Permata hati dengan segala kepiluan dan kemegahannya.
Warga dari rumput sebelah sekitarnya saling mempersoalkan mengenai siapa dia sesungguhnya.Sebagian ada orang yang mengira bahwa ia berasal dari keluarga kaya raya dan terpandang.Akan tetapi ada juga orang yang mengatakan bahwa ia patah qalbu dengan seorang perjaka dan Sang Raja yang teramat dicintainya.Mereka tidak tahu bagaimana cinta romantis dan cinta sejati tanpa butuh pamrih hanya secercah senyum dan setitik air susu tidak untuk dikecewakan.Oleh sebab itu dia pergi untuk menjauh dari momok yang slalu menghantuinya dilingkup kehampaan istana Sang Ratu hanya untuk mencari ketenangan batin.
Orang lain lagi berkata bahwa ia adalah seorang kupu-kupu yang sedang melarikan diri dari jeratan kepompong dan kebisingan kota untuk mendalami qalbu dan perasaannya dalam desahan angin menyertai bait-bait sajak.Yang lain lagi berkata,bahwa gadis itu adalah gadis biasa yang tidak memperdulikan lagi dengan segala bentuk duniawi.Namun,ada juga sebagian yang dengan cuek berkata,"Dia orang gila" atau "Anak brokenhome"
Permaisuri sendiri tak sependapat dengan praduga-praduga itu,sebab dia tahu bahwa setiap manusia mengandung misteri-misteri gelap yang takkan terpecahkan oleh suatu praduga.Sang permaisuri ingin sekali bersitatap dengan orang asing ini,dan mengobrol dengannya.Beberapa kali dia berupaya mendekatinya untuk mencari keterangan tentang bagaimana sesungguhnya Baginda Raja.Namun ayahanda hanya melirik dan mengusirku dengan keringan tangannya terasa kasar disertai beberapa kata-kata yang pedas.Pertama aku bersitatap dengannya,ia sedang berjalan di antara pilar-pilar singgasana sang Ratu.Dia menyapa ayahanda dengan sesopan mungkin.Lumayan,dibalasnya sapaan sang Permaisuri dengan senyum yang tersungging dan kecupan hangat pada pipi bantal sang Permaisuri,meski masam.Lalu Baginda berbalik dan bergegas menjauhi permaisuri.Kedua kalinya permaisuri mendapati Baginda Raja sedang berdiri tegak di bawah pohon perdu dekat gubugnya.Aku mendatanginya dan berkata,"Saya pernah mendengar,dulu ayahanda dan Ratu pernah membangun tempat kecil-mengecil ini pada waktu badan tak bertulang.Apakah ayahanda tahu mengenai hal itu??
Ia menyahut sambil menatapku,"Aku tak tahu untuk apa aku membangun gubug ini dab aku tak merasa perlu mengetahuinya.Untuk hari ini,menjadi tempat bernaungku dan membenahi sebuah lingkaran sakral yang permulaannya adlh akhir dan akhirnya adalah permulaan."Lantas ia membelakangi permaisuri dan dengan penuh penghinaan ia menambahkan,
"Kenapa tidak kamu tanyakan saja pada nenekmu?Ia jauh lebih tua dariku dan tahu lebih banyak tentang rasa malu dan tanggung jawab."Maka permaisuri menjauhinya,merasa terhina dan malu pada sikap tololnya,dia bertanya pada sang Raja,
"Apakah ketulusan dan air mata sang Ratu dan Permasuri juga bisa dipertanyakan?"
Dua tahun berlalu.Kehidupan Baginda Raja kekasih Ratu dan sang Permaisuri yang penuh teka-teki dan pengkhianatan itu semakin menyayat qalbu dan memenuhi mimpi burukku dengan Lara.........
Contoh Pidato Islam
-
Pidato Menjadi Remaja Muslimah yang Baik
AssalamualaikumWr.Wb.
Yang terhormat Ibu Nurul selaku guru Bahasa Indonesia Serta teman-teman
yang saya cintai...
15 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar