Kamis, September 17, 2009

Anak Kecil Kesepian

Aku adalah perempuan.Di gubukku yang terasing ini terdapat setumpuk sepi yang penuuh amarah dan sunyi yang menyakitkan.
Namun itu membuatku berpikir mengenai sesosok impian yang tak kukenal.Orang-orang mengasingkan mimpiku dengan ilusi dari tanah jauh yang tak pernah kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri.
Aku adalah orang asing bagi Dia.Jika aku bersua,aku berkata pada jiwaku,"Siapakah itu?Bagaimana aku mengenalnya?Hubungan apa yang mengikatku dengannya?Bagaimana aku berhubungan dengannya?dan kenapa pula aku berhubungan dengannya?"
Aku adalah orang asing bagi jiwaku.Apabila kudengar lidahku bertutur,telingaku kaget mendengar suaraku,dan kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri,hakikat tertawa dan menangis tersedu-sedu,antara ragu dan bahagia.Kehidupanku tercengang dengan keberadaanku dan jiwaku senantiasa mencari arti sejati.Tapi dia tetap tersembunyi,terkunci,terbendung kabut,diselubungi kesunyian begitu pun aku.
Aku adalah orang asing bagi tubuhku.Bila aku berhenti didepan cermin,kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri,makhluk yang tak kukenal,kusaksikan di mataku apa yang tak tersembunyi di kedalamanku.Kutempuh jalanan kota dan anak-anak mengikuti sambil bersorak,"Ia buta!Mari,kita beri ia tongkat untuk bertumpu."Tergesa-gesa aku berlari dair mereka,hanya untuk menemui kerumunan perawan-perawan yang bergelayut di busanaku dan berteriak,"Ia setuli batu!Mari kita isi telinganya dengan lagu-lagu penuh cumbu dan cinta."
Aku berlari menjauhi mereka dan berjumpa sekelompok anak muda.Mereka berdiri tegak mengelilingiku dan berkata,"Ia bisu bagai makam!Mari,kita uraikan lidahnya terdahulu!"Sambil merasa ketakutan,kutinggalka n orang-orang itu dan bersua dengan orang tua,menunjuk ke arahku dengan jemari yang bergetar."Ia orang gila!otaknya sudah rusak ditanah kotor dan berserak."
Aku adalah orang asing di dunia ini.Aku orang asing di dunia Timur dan Barat.Tak kutemukan tempat membaringkan tubuhku,juga tak kutemukan orang yang mengakui dan mendengarkan kata-kataku.Jikalah aku terbangun di pagi hari, kudapati diriku bagaikan tahanan di gua gelap,ular berbisa bergelantungan diatapnya,dn serangga lari-lari disudutnya.Jikalau aku keluar mencari cahaya,bayangan tubuhku mengikutiku dan citra jiwaku berjalan didepanku,menuntun diriku ketempat yg tak kukenal,mengikatku dengan sesuatu yang semu,mengundangku ke tempat yang ku tak mengerti sama sekali.
Tatkala malam tiba,kubaringkan diri diatas kasur dari tanduk kerbau dan bulu burung cendrawasih.Pikiran aneh menggodaku, menyenangkan lalu menyakitkan,menggembirakan lalu menggelisahkan.Di malam hari,seseorang yang akan dimasa lalu,lela ki yang akan terlupakan,datang padaku dari lorong-lorong gua.Kupandangi dia,dia juga melempar pandang kearahku.Aku berbicara padanya,mencoba mengerti,dan dia tersenyum.Kucoba kusentuh dia,akan tetapi dia sirna bagai asap disaput angin semarak.
Aku adalah orang asing di duniaku.Aku adalah orang asing dan tak ada seorang pun di dunia yang mengerti sepatah pun dari bahasa jiwaku.Aku memasuki belantara dan menyaksikan air sungai menggelembung dan berjingkat naik dari kedalaman lembah ke puncak-puncak bukit.Ku lihat dengan penuh kesadaran,pepohonan mengembang menjadi daun,kembang dan buah,lalu melepaskan dedaunannya,semua terjadi dalam sesaat.Lalu rantingnya gugur musnah bagaikan ular meliuk. Kusaksikan dengan jeli,burung-burung melambung naik dan turun,menukik dan bersenandung.Mereka hinggap didahan dan membuka sayapnya,beralih menjadi perawan-perawan telanjang,dengan rambut panjang terurai,kepala terjulur,menatapnya dengan penuh gairah dari belakang kelopak mata yang diwarnai celak seperti maumu.Mereka tersenyum padamu dan dengan bibir bagaikan delima merekah,menggapainya dengan tangan lembut dan diiringi wewangian kemenyan dan cendana.Mereka lau berlari ketakuan dan bersembunyi dari pandanganku,sinarnya bagai kabut gulita,menyisakan tawa yang menggema di udarauntuk mengejek dan memperolokku.
Aku adalah orang asing di dunia ini.Aku tetap akan menjadi seorang gadis sepi.Ku tulis pahit getir kehidupanku dalam bait-bait syair,dan sajak kehidupan dalam baris-baris puisi.Aku adalah anak kecil dan selalu akan menjadi anak kecil dimatamu hingga maut merenggut dan membawaku dan dia pulang ke kampung keabadian selamanya....