Selasa, Februari 16, 2010

Tuhan

Pada hari pertama minggu itu,suara bel sekolah berbunyi menerpa telinga kami para pelajar dan seseorang bersuara dan berkata,"Guru,kami banyak mendengar tentang Tuhan disini.Katakan apa itu Tuhan dan siapakah Dia sebenarnya?"
Dan dia yg dipanggil guru itu berdiri tegak didepan kami seperti sebatang pohon muda,yang tak gentar dengan angin dan prahara,dia menjawab,dan berkata,"Pikirlah sekarang,sahabatku dan cintaku,sebuah hati yg memuat semua hati kalian,sebuah cinta yg meliputi seluruh cinta kalian,sebuah jiwa yg merengkuh semua jiwa kalian,sebuah suara yg membungkus semua suara kalian,dan sebuah kesunyian yg lebih dalam daripada semua kesunyian kalian dan abadi.
"Carilah sekarang,bayangkan dengan sadarmu,sebuah keindahan yg lebih menarik daripada semua yg indah,sebuah nyanyian yg lebih membahana dari nyanyian laut dan hutan belantara.Kalian hanyalah mencari makanan dan berteduh,pakaian dan bahan-bahan pokok;carilah sekarang seorang yg bukan sasaran dr anak panahmu dan juga bukan gua batu untuk kamu berlindung dr hal-hal itu.Dan jika kata-kataku terlalu sulit dan berbelit,maka carilah,sesuatu yg membuat hatimu patah,dan keingintahuan akan membawamu pada cinta dan kebajikan yg Mahatinggi,yg manusia menyebutnya Tuhan."
Mereka terdiam,semua orang,mereka diam.Suci terhanyut dalam keharuan mereka,dia menatap penuh kelembutan dan berkata:”Sekarang kita tak usah membicarakan Tuhan.Lebih baik kita bicara tentang saudara-saudara kalian,tetangga-tetangga kalian,mereka yg mengintai rumah-rumah dan halaman-halaman kalian.
“Jika kalian terbang keawan,kalian akan kagum dengan ketinggiannya;jika kalian mengarungi laut kalian akan lelah oleh luasnya.Tapi aku katakan bahwa ketika kalian menebar benih ke bumi,kalian akan menjulang lebih tinggi;dan ketika kalian membawakan kepada tetanggamu keindahan pagi,kalian akan menjadi laut yg lebih luas lagi.
“Terlalu sering kalian menanyakan Tuhan,yang tak terhingga,nyanyian yg kalian sendiri tak pernah mendengarkan.Adakah dari kalian yg mendengarkan nyanyian burung dan mendengar daun – daun yg meninggalkan dahannya ketika diterpa angin,dan jangan lupa sahabatku,nyanyian dedaunan hanya mengalun saat ia terpisah dari dahannya!
“Sekali lagi aku berharap kalian tidak terlalu lepas bicara tentang Tuhan,yg adalah segalanya bagi kalian,berbicaralah secukupnya dan kita saling mengerti,tetangga dengan tetangga,saudara dengan saudara.”
“Untuk apa memberi makanan pada burung kecil didalam sarang jika induknya terbang jauh menu ju awan?Dan bunga di ladang manakah yg bisa dibuahi jika ia tidak kawin oleh kumbang dari bunga yg lain?
“Karena tenggelam dala kebodohan diri,kalian mencari langit yg kalian katakana sebagai Tuhan.Seharusnya kalian dapat menemukan jalan kedalam kebesaran diri kalian sendiri;jika kalian tidak terlalu malas untuk membangun jalan itu!”
“Para kekasihku dan sahabat-sahabatku,akan lebih bijak kita bicara sedikit tentang Tuhan,yg kita tak mengerti siapa Dia,dan bicara lebih banyak tentang diri kita sendiri,yg mungkin lebih kita mengerti.Tapi aku akan memberitahu kalian bahwa kita adalah napas dan aroma Tuhan.”

0 komentar:

Posting Komentar